Monday, May 29, 2017

SURAT TERBUKA

Yth. Ayahanda/Ibunda
di-tempat

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘alih.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Teriring do’a dan salam untuk Ayahanda/Ibunda, semoga senantiasa dalam keadaaan sehat wal’afiat dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, rasul sebagai suri tauladan yang baik yang sepatutnya kita contoh dalam menjalani kehidupan kita.

Terimakasih saya ucapkan untuk Ayahanda/Ibunda karena kemurahan hati dan kesediaannya membaca surat ini. Ini adalah surat terbuka yang berisi curahan hati sampai harapan dari Kami dengan harapan Ayahanda/Ibunda bisa menjadi bahagian dari Kami.

Pernahkah Ayahanda/Ibunda melihat kejadian atau perbuatan yang membuat hati merasa iba dan sangat sedih ? entah itu dalam keluarga atau di sekeliling Ayahanda/Ibunda.  

Ayahanda/Ibunda, tidak adakah rasa iba dan sedih kalian melihat banyaknya orang yang tidak mampu: sudah renta tetapi masih pergi mengais-ngais hanya demi bisa bertahan hidup? Bagaimana jika itu adalah kalian ? atau bagaimana jika itu adalah orang tua atau mertua kalian ?

Ayahanda/Ibunda, tidak adakah rasa sedih kalian melihat banyak anak-anak yang seharusnya bersekolah tetapi malah lebih memilih untuk membantu orangtua mereka ? bahkan tidak sedihkah kalian melihat kulit mulus mereka dipenuhi tattoo dan merusak diri mereka ? itu karena mereka putus asa dan tidak memiliki pendidikan. Bagaimana jika itu adalah anak-anak kalian ?

Kejadian di atas adalah beberapa dari sejuta kejadian yang membuat hati kita miris sampai saat ini dan belum ada solusinya. Apa yang bisa Ayahanda/Ibunda lakukan ? Seandainya Ayahanda/Ibunda ada di posisi mereka, pastilah kalian akan berkata” seandainya saya punya kekuatan dan kekuasaaan !”. Tetapi hari ini kalian memiliki “kekuatan dan kekuasaan itu !” tetapi apa yang sudah kalian lakukan ? Ataukah kalian sudah terlalu nyaman dengan posisi Ayahanda/Ibunda sekarang ?, hanya karena yang orang lain yang mengalaminya ?

Ayahanda/Ibunda, Kami hanyalah sekelompok mahasiswa yang ingin sekali duduk bersama dengan kalian, meminta walaupun hanya sebentar saja waktu luang kalian. Ayahanda/Ibunda, hanya lewat surat ini kami dapat bercerita dengan kalian karena diluar sana kalian disbukkan oleh jadwal pertemuan yang sangat banyak. Kami belumlah sampai pada pemikiran untuk turun ke jalan, karena kami tahu surat ini sudah bisa mewakili pesan kami. Jangan pernah tekan suara perubahan kami, justru kami memohon agar lewat Ayahanda/Ibunda suara Kami lebih lantang terdengar sampai ke orang-orang yang sejenak lupa akan tujuan mulia pada Undang-Undang Dasar 1945.

Ayahanda/Ibunda, permohonan maaf Kami sampaikan atas keberanian dan mungkin ketidaksopanan karena telah mengirimi Ayahanda/Ibunda surat terbuka seperti ini. Yakin dan percayalah, bahwa niat Kami murni dan tulus ikhlas. Ini adalah surat pertama yang Kami kirimkan, berharap kedepannya Ayahanda/Ibunda tetap bermurah hati untuk membaca tulisan-tulisan terbitan Kami. Menjadikan tulisan-tulisan Kami sebagai motivasi, semangat dan juga penghibur hati untuk kembali menyuarakan kebenaran.

Akhir kata, Kami adalah anak-anak yang selalu ada disekitar Ayahanda/Ibunda. Tidak usahlah menganggap Kami sebagai peneror karena bukan itu tujuan Kami. Ayahanda/Ibunda, marilah Kita bersama-sama melakukan perenungan akan apa yang terjadi sampai saat ini disekeliling Kita yang kemudian menjadikan Kita kembali pada fitrah Kita yaitu sebagai Khalifah di bumi Allah SWT.

“Kami yakin suara ini akan terdengar lantang sampai ke pelosok, tak takut benteng apapun yang mengahalang di depan, Kami akan hadapi. Karena Kami percaya esok hari, tetangga Kami akan sejahtera, Kampung kami akan makmur dan Negara Kami akan adil, aman sentausa. Ayahanda/Ibunda bantu mimpi Kami bisa terwujud”

Menutup surat ini, Kami mengutip kata Leluhur Kami “ Tellabu Essoe Ri Tengnga Bitarae: Bahwa tidak ada matahari yang terbenang di tengah langit”. Yang Leluhur Kami mengartikan bahwa “tidak ada mimpi mulia yang tidak akan terwujud”

Salam Kami, Pemuda Peduli Perubahan !!!

Parangtambung, 24 Mei 2017
Atas nama Pemuda Perubahan


GG 21                          
Alhamdulillahirabbil ‘alamiinn…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Friday, May 19, 2017

Allah itu Maha di Atas Segala Maha, Dia tidak terbatas pada ruang, waktu dan logika.

Ketika kita dikecewakan oleh mahluk, ingatlah ada Allah yang selalu ada dan mustahil mengecewakan hambanya yang datang kepadanya.
Ketika kita terusir dan dihinakan oleh mahluk, ingatlah ada Allah yang selalu memanggil-manggil kita untuk datang ke pangkuan-Nya untuk bercerita.
Ketika kita memiliki masalah dengan diri kita, sekitar kita, dunia dan bahkan akhirat kita, ingatlah ada Allah yang selalu menjadi pendengar dan pemberi solusi terbaik untuk semua pertanyaan dan masalah.
Ketika kita lalai karena mahluk, ingatlah Allah selalu menunggu dengan membuka pintu agar kita datang kembali kepada-Nya.
Ketika kita melakukan kesalahan, sampai kapanpun Allah selalu menunggu perohonan ampun kita dan selalu menerimanya.
Ketika kita melakukan sesuatu, Allah selalu meminta agar kita selalu menyertakan Dia pada segala perbuatan kita.

Allah itu Maha di atas segala Maha,
Bahkan ketika seluruh dunia mengatakan "tidak", tetapi ketika Allah katakan "iya" maka tidak ada daya dan kuasa yang bisa menghentikannya.

Monday, May 15, 2017

Hari ini, Negeriku Di Ujung Tanduk.


Hari ini, negeriku sangat menyedihkan. Sampai hari ini bangsaku masih berorientasi pada simbol bukan pada nilai.
Ulama yang harusnya menjadi penyeimbang karena dalamnya ilmu spiritual dan pengamalan karakternya justru hari ini
dengan bermodalkan gamis dan sorban putih bangsa kita dengan mudahnya men-Tuhankan perkataannya.
Pemimpin yang hari ini menjalankan pemerintahan, sampai hari ini justru hanya datang memperkaya diri dan juga kelompoknya. Mereka lupa
akan tujuan mulia untuk mensejahterakan rakyat.
Penegak hukum yang seharusnya berbuat adil dan bijaksana, hari ini keputusannya dapat berubah dan dengan mudahnya diintervensi
oleh kelompok dan golongan.
Aparat hukum yang seharusnya bertindak dengan keramahan dan etika yang baik, hari ini hanya karena pangkat dan memegang senjata
dapat dengan mudahnya menindas, tanpa senyum dan lucunya malah malah menggertak.
Pelajar yang seharusnya belajar dengan baik dan memperkaya keahliannya, hari ini justru malah dihinggapi kemalasan dan rasa serba ingin instan dan mudah.
Mahasiswa yang seharusnya menjadi benteng dan penyambung semua kalangan, hari ini justru malah sibuk belajar politik dan anehnya malah sibuk
mempolitiki saudaranya sendiri. Hari ini justru malah kampuslah yang menjadi kandang dan tempat pelatihan bibit-bibit generasi pecandu KKN.

Entah apa lagi yang harus dilakukan pada negeri ini, sampai kapan kita harus berada pada lingkaran setan yang selalu menyalahkan sistem ??? Mudah-mudahan dihari esok saat aku terbangun semua kalangan sudah menyadari perannya sebenarnya.
Aamiinn... Yaa Rabb...

#miris negeriku hari ini

Thursday, May 11, 2017

Sentuh aku...
Oleh: Muhammad Fadhil

Sentuh aku dan rasakan sayangku
Sentuh aku dan rasakan kehancuranku
Sentuh aku dan tatap mataku
Sentuh aku dan biarkan air mataku jatuh
Sentuh aku dan lepaskan aku
Sentuh aku dan buang rasa itu
Sentuh aku dan kenanglah aku
Sentuh aku dan biarkan semuanya kembali ke titik nol
Sentuh aku dan akan kuberikan senyumku
Sentuh aku dan bahagialah selalu
Sentuh aku dan pun akan kubuang semuanya
Sentuh aku dan biarkan kuselesaikan ceritaku
Sentuh aku dan maafkan kesalahanku
Sentuh aku dan untuk yang terakhir
Sentuh aku dan biarkan aku abadi dengan kesendirianku.


Motivasi...

"Semua orang sukses mengatakan bahwa ketika ia memutuskan untuk
terus berjalan kedepan melewati kondisi yang tanpa harapan justru
penuh cacian dan keputusasaan, ternyata dibelokan jalan mereka malah
menemukan kesuksesan".

#semangat

Sunday, May 7, 2017

Motivasi

"Manusia adalah mahluk paling sempurna yang Allah Ciptakan
Seperti yang Allah juga jelaskan dalam Al-Qur'an surah At-tiin
yaitu Allah ciptakan manusia dengan sesempurna-sempurnanya bentuk.
Dari situ kita harus percaya bahwa manusia sudah Allah berikan potensi tanpa batas,
oleh karena itu tugas kita adalah membangkitkan potensi tanpa batas itu".

#semangat...

Friday, May 5, 2017

Motivasi

"Kehidupan adalah lahan subur, apapun yang kau tanam
maka ia akan tumbuh berlipat ganda. Jika kebaikan yang kau tanam
maka kebaikan yang akan tumbuh berlipat dan disitulah kau akan rasakan
betapa indahnya hidup, tetapi jika keburukan yang kau tanam maka keburukanlah yang akan tumbuh berlipat
dan disanalah kau dapati betapa tersiksanya hidup".

#semangat...

SURAT TERBUKA Yth. Ayahanda/Ibunda di-tempat Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, Allahumma shalli ‘ala Sayyi...