SURAT TERBUKA
Yth. Ayahanda/Ibunda
di-tempat
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa
‘alih.
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Teriring do’a dan salam untuk Ayahanda/Ibunda, semoga
senantiasa dalam keadaaan sehat wal’afiat dan senantiasa dalam lindungan Allah
SWT.
Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat serta salam
semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, rasul sebagai suri
tauladan yang baik yang sepatutnya kita contoh dalam menjalani kehidupan kita.
Terimakasih saya ucapkan untuk Ayahanda/Ibunda karena
kemurahan hati dan kesediaannya membaca surat ini. Ini adalah surat terbuka
yang berisi curahan hati sampai harapan dari Kami dengan harapan
Ayahanda/Ibunda bisa menjadi bahagian dari Kami.
Pernahkah Ayahanda/Ibunda melihat kejadian atau perbuatan
yang membuat hati merasa iba dan sangat sedih ? entah itu dalam keluarga atau
di sekeliling Ayahanda/Ibunda.
Ayahanda/Ibunda, tidak adakah rasa iba dan sedih kalian
melihat banyaknya orang yang tidak mampu: sudah renta tetapi masih pergi
mengais-ngais hanya demi bisa bertahan hidup? Bagaimana jika itu adalah kalian
? atau bagaimana jika itu adalah orang tua atau mertua kalian ?
Ayahanda/Ibunda, tidak adakah rasa sedih kalian melihat
banyak anak-anak yang seharusnya bersekolah tetapi malah lebih memilih untuk
membantu orangtua mereka ? bahkan tidak sedihkah kalian melihat kulit mulus
mereka dipenuhi tattoo dan merusak diri mereka ? itu karena mereka putus asa
dan tidak memiliki pendidikan. Bagaimana jika itu adalah anak-anak kalian ?
Kejadian di atas adalah beberapa dari sejuta kejadian yang
membuat hati kita miris sampai saat ini dan belum ada solusinya. Apa yang bisa
Ayahanda/Ibunda lakukan ? Seandainya Ayahanda/Ibunda ada di posisi mereka,
pastilah kalian akan berkata” seandainya saya punya kekuatan dan kekuasaaan !”.
Tetapi hari ini kalian memiliki “kekuatan dan kekuasaan itu !” tetapi apa yang
sudah kalian lakukan ? Ataukah kalian sudah terlalu nyaman dengan posisi
Ayahanda/Ibunda sekarang ?, hanya karena yang orang lain yang mengalaminya ?
Ayahanda/Ibunda, Kami hanyalah sekelompok mahasiswa yang
ingin sekali duduk bersama dengan kalian, meminta walaupun hanya sebentar saja
waktu luang kalian. Ayahanda/Ibunda, hanya lewat surat ini kami dapat bercerita
dengan kalian karena diluar sana kalian disbukkan oleh jadwal pertemuan yang
sangat banyak. Kami belumlah sampai pada pemikiran untuk turun ke jalan, karena
kami tahu surat ini sudah bisa mewakili pesan kami. Jangan pernah tekan suara
perubahan kami, justru kami memohon agar lewat Ayahanda/Ibunda suara Kami lebih
lantang terdengar sampai ke orang-orang yang sejenak lupa akan tujuan mulia
pada Undang-Undang Dasar 1945.
Ayahanda/Ibunda, permohonan maaf Kami sampaikan atas
keberanian dan mungkin ketidaksopanan karena telah mengirimi Ayahanda/Ibunda surat
terbuka seperti ini. Yakin dan percayalah, bahwa niat Kami murni dan tulus
ikhlas. Ini adalah surat pertama yang Kami kirimkan, berharap kedepannya
Ayahanda/Ibunda tetap bermurah hati untuk membaca tulisan-tulisan terbitan
Kami. Menjadikan tulisan-tulisan Kami sebagai motivasi, semangat dan juga
penghibur hati untuk kembali menyuarakan kebenaran.
Akhir kata, Kami adalah anak-anak yang selalu ada disekitar
Ayahanda/Ibunda. Tidak usahlah menganggap Kami sebagai peneror karena bukan itu
tujuan Kami. Ayahanda/Ibunda, marilah Kita bersama-sama melakukan perenungan
akan apa yang terjadi sampai saat ini disekeliling Kita yang kemudian
menjadikan Kita kembali pada fitrah Kita yaitu sebagai Khalifah di bumi Allah
SWT.
“Kami yakin suara ini akan terdengar lantang
sampai ke pelosok, tak takut benteng apapun yang mengahalang di depan, Kami
akan hadapi. Karena Kami percaya esok hari, tetangga Kami akan sejahtera,
Kampung kami akan makmur dan Negara Kami akan adil, aman sentausa.
Ayahanda/Ibunda bantu mimpi Kami bisa terwujud”
Menutup surat ini, Kami mengutip kata
Leluhur Kami “ Tellabu Essoe Ri Tengnga
Bitarae: Bahwa tidak ada matahari yang terbenang di tengah langit”. Yang
Leluhur Kami mengartikan bahwa “tidak ada mimpi mulia yang tidak akan terwujud”
Salam
Kami, Pemuda Peduli Perubahan !!!
Parangtambung, 24 Mei 2017
Atas nama Pemuda Perubahan
GG
21
Alhamdulillahirabbil ‘alamiinn…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh…
No comments:
Post a Comment