Thursday, January 19, 2017

Ikut Keinginan sendiri atau ikut keinginan orang tua ???

Ikut keinginan sendiri atau ikut keinginan orang tua ???


            Ikut keinginan orang tua atau karena pilihan sendiri ???
            Kamu kuliah disini dan ambil jurusan ini gak terpaksa kannn…???
            Kamu suka kan kan dengan pilihan kamu ini ???

            Ketiga pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang akan paling sering ditanyakan kepada kita ketika masih mulai pertama-pertama masuk kuliah. Dari pertanyaan-pertanyaan itu, muncul bermacam-macam jawaban dari kita, dan terkadang ada yang hanya terdiam ketika ditanya pertanyaan seperti itu. Dari jawaban yang beragam, yang paling sering muncul adalah jawaban “sebenarnya saya maunya masuk di kampus dan jurusan yang disana tetapi karena orang tua maunya yang disiini yahh…saya ingin melihat orang tua saya senang, kan restu Tuhan juga ada pada restu orang tua” yang sambil menjawab itu raut wajah mereka agak terbebani dan terlihat agak sedih.
Setelah dinyatakan lulus di tingkat sekolah menengah atas (SMA) maka selanjutnya adalah melanjutkan perjalanan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu universitas. Namun banyak sekali terjadi kebingungan yang akan dihadapi, salah satunya adalah masuk universitas apa dan ambil jurusan apa yahh ???. Walaupun di tingkat pendidikan sebelumnya masing-masing sudah memiliki ketertarikan dengan suatu mata pelajaran, tetapi tak dapat dipungkiri bahwa pada saat itu orang tua sudah menginginkan agar kita mendaftar di suatu universitas dan jurusan. Suatu motivasi yang sangat besar ketika keinginan orang tua sejalan dengan keinginan kita. Namun saat keinginan orang tua itu bersebelahan dengan keinginan kita, mungkin rasa kecewa, sedih, bingung, dan putus asa akan menghantui pikiran kita.
Dari banyaknya pilihan jurusan, kedokteran adalah pilihan yang paling banyak dipilihkan orang tua untuk anaknya. Padahal masih banyak pilihan jurusan lain seperti ilmu komputer, seni, fisika, biologi, matematika, sejarah, geografi dan hukum. Saya pun mengalami hal tersebut, ketika saya sangat ingin memilih Teknik Fisika atau Perencanaan Wilayah Dan Kota di salah satu universitas terbaik di Indonesia. Tetapi, orang tua tidak mengizinkan saya untuk mendaftar di universitas dan juga memilih jurusan tersebut. Jujur rasa kecewa dan tidak percaya diri selalu menghantui pikiranku pada saat itu, tetapi lambat laun saya sadari bahwa ada alasan tersendiri yang pasti orang tua saya sudah pertimbangkan. Orang tua saya tahu kalau saya suka mata pelajaran fisika, tetapi orang tua saya juga ingin kalau saya mengambil keguruan. Akhirnya, setelah saya diskusikan baik-baik disepakatilah untuk memilih salah satu perguruan tinggi di Makassar dengan mengambil konsentrasi Pendidikan Fisika. Rasa kecewa sedikit menghantui tetapi perlahan saya menyadari bahwa ternyata ada alasan yang sangat baik kenapa orang tua saya memilihkan perguruan tinggi dan jurusan itu. Di perguruan tinggi ini, saya memulai proses untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih fokus dengan fisika sambil menggali ilmu lain dengan masuk dalam organisasi kampus dan organisasi diluar kampus.
Bukan hanya saya saja yang menjadi korban dari keinginan orang tua, tetapi setelah berbincang dengan teman yang lain ternyata ada beberapa teman yang senasib denganku. Teman saya mendaftar kedokteran karena ingin membahagiakan orang tuanya (karena orang tuanya senang ketika anaknya menjadi seorang dokter). Tetapi nasib berkata lain, dia malah diterima di jurusan fisika juga dan mengambil konsentrasi pendidikan fisika juga.
Sebenarnya tidak ada pihak yang salah, tetapi ada baiknya jika orang tua dan anak berbicara dengan baik terlebih dahulu. Apalagi, orang tua harus mengerti kesukaan anaknya. Dan kalaupun anak tidak ingin mengecewakan orang tua dengan memberitahu keinginan sebenarnya dan justru rela mengikuti kehendak orang tuanya yahh itu juga tidak bisa disalahkan. Yang perlu diingat bahwa sebuah beban moril ketika anak dipaksakan untuk mengikuti kehendak orang tua apalagi anak tersebut tidak menyukai pilihan orang tuanya, ditakutkan kedepannya anak tersebut malah akan susah untuk beradaptasi dan hasil buruk pun bisa terjadi.
Jadilah orang tua yang mengerti kesukaan anak-anaknya, jurusan apapun kesempatan untuk mendapat masa depan yang cerah sama besarnya. Kebahagiaan tidak diukur dari banyaknya uang, pekerjaan, ataupun pangkat tetapi ada sesuatu hal yang lebih penting dari ketiga hal tersebut yang justru menjadi kebahagiaan yang sesungguhnya. Jangan pernah lupa untuk selalu memberikan semnagat dan motivasi untuk anak-anak kita karena mereka sangat membutuhkan perhatian dan dorongan dari orang tuanya. Dan untuk anaka-anak pun, jangan pernah mengecewakan kepercayaan yang orang tua sudah berikan kepada kita, buktikan kepada orang tua kita bahwa kepercayaan dan semangat yang mereka berikan kepada kita tidak sia-sia. Berprestasilah dan banggakan orang tua kita dan juga bermanfaatlah untuk orang banyak.


1 comment:

  1. selamat membaca, semoga ada manfaatnya untuk kita semua.

    ReplyDelete

SURAT TERBUKA Yth. Ayahanda/Ibunda di-tempat Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, Allahumma shalli ‘ala Sayyi...