Ikut keinginan sendiri atau ikut keinginan orang tua ???
Ikut
keinginan orang tua atau karena pilihan sendiri ???
Kamu kuliah disini dan ambil jurusan
ini gak terpaksa kannn…???
Kamu suka kan kan dengan pilihan
kamu ini ???
Ketiga pertanyaan di atas adalah
pertanyaan yang akan paling sering ditanyakan kepada kita ketika masih mulai
pertama-pertama masuk kuliah. Dari pertanyaan-pertanyaan itu, muncul
bermacam-macam jawaban dari kita, dan terkadang ada yang hanya terdiam ketika
ditanya pertanyaan seperti itu. Dari jawaban yang beragam, yang paling sering
muncul adalah jawaban “sebenarnya saya maunya masuk di kampus dan jurusan yang
disana tetapi karena orang tua maunya yang disiini yahh…saya ingin melihat
orang tua saya senang, kan restu Tuhan juga ada pada restu orang tua” yang
sambil menjawab itu raut wajah mereka agak terbebani dan terlihat agak sedih.
Setelah dinyatakan lulus di tingkat
sekolah menengah atas (SMA) maka selanjutnya adalah melanjutkan perjalanan ke
tingkat yang lebih tinggi yaitu universitas. Namun banyak sekali terjadi
kebingungan yang akan dihadapi, salah satunya adalah masuk universitas apa dan
ambil jurusan apa yahh ???. Walaupun di tingkat pendidikan sebelumnya
masing-masing sudah memiliki ketertarikan dengan suatu mata pelajaran, tetapi
tak dapat dipungkiri bahwa pada saat itu orang tua sudah menginginkan agar kita
mendaftar di suatu universitas dan jurusan. Suatu motivasi yang sangat besar
ketika keinginan orang tua sejalan dengan keinginan kita. Namun saat keinginan
orang tua itu bersebelahan dengan keinginan kita, mungkin rasa kecewa, sedih,
bingung, dan putus asa akan menghantui pikiran kita.
Dari banyaknya pilihan jurusan,
kedokteran adalah pilihan yang paling banyak dipilihkan orang tua untuk
anaknya. Padahal masih banyak pilihan jurusan lain seperti ilmu komputer, seni,
fisika, biologi, matematika, sejarah, geografi dan hukum. Saya pun mengalami
hal tersebut, ketika saya sangat ingin memilih Teknik Fisika atau Perencanaan
Wilayah Dan Kota di salah satu universitas terbaik di Indonesia. Tetapi, orang
tua tidak mengizinkan saya untuk mendaftar di universitas dan juga memilih
jurusan tersebut. Jujur rasa kecewa dan tidak percaya diri selalu menghantui
pikiranku pada saat itu, tetapi lambat laun saya sadari bahwa ada alasan
tersendiri yang pasti orang tua saya sudah pertimbangkan. Orang tua saya tahu
kalau saya suka mata pelajaran fisika, tetapi orang tua saya juga ingin kalau
saya mengambil keguruan. Akhirnya, setelah saya diskusikan baik-baik
disepakatilah untuk memilih salah satu perguruan tinggi di Makassar dengan
mengambil konsentrasi Pendidikan Fisika. Rasa kecewa sedikit menghantui tetapi
perlahan saya menyadari bahwa ternyata ada alasan yang sangat baik kenapa orang
tua saya memilihkan perguruan tinggi dan jurusan itu. Di perguruan tinggi ini,
saya memulai proses untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih fokus
dengan fisika sambil menggali ilmu lain dengan masuk dalam organisasi kampus
dan organisasi diluar kampus.
Bukan hanya saya saja yang menjadi
korban dari keinginan orang tua, tetapi setelah berbincang dengan teman yang
lain ternyata ada beberapa teman yang senasib denganku. Teman saya mendaftar
kedokteran karena ingin membahagiakan orang tuanya (karena orang tuanya senang
ketika anaknya menjadi seorang dokter). Tetapi nasib berkata lain, dia malah
diterima di jurusan fisika juga dan mengambil konsentrasi pendidikan fisika
juga.
Sebenarnya tidak ada pihak yang salah,
tetapi ada baiknya jika orang tua dan anak berbicara dengan baik terlebih dahulu.
Apalagi, orang tua harus mengerti kesukaan anaknya. Dan kalaupun anak tidak
ingin mengecewakan orang tua dengan memberitahu keinginan sebenarnya dan justru
rela mengikuti kehendak orang tuanya yahh itu juga tidak bisa disalahkan. Yang
perlu diingat bahwa sebuah beban moril ketika anak dipaksakan untuk mengikuti
kehendak orang tua apalagi anak tersebut tidak menyukai pilihan orang tuanya,
ditakutkan kedepannya anak tersebut malah akan susah untuk beradaptasi dan
hasil buruk pun bisa terjadi.
Jadilah orang tua yang mengerti kesukaan
anak-anaknya, jurusan apapun kesempatan untuk mendapat masa depan yang cerah
sama besarnya. Kebahagiaan tidak diukur dari banyaknya uang, pekerjaan, ataupun
pangkat tetapi ada sesuatu hal yang lebih penting dari ketiga hal tersebut yang
justru menjadi kebahagiaan yang sesungguhnya. Jangan pernah lupa untuk selalu
memberikan semnagat dan motivasi untuk anak-anak kita karena mereka sangat
membutuhkan perhatian dan dorongan dari orang tuanya. Dan untuk anaka-anak pun,
jangan pernah mengecewakan kepercayaan yang orang tua sudah berikan kepada
kita, buktikan kepada orang tua kita bahwa kepercayaan dan semangat yang mereka
berikan kepada kita tidak sia-sia. Berprestasilah dan banggakan orang tua kita
dan juga bermanfaatlah untuk orang banyak.


selamat membaca, semoga ada manfaatnya untuk kita semua.
ReplyDelete